Moh. Zalhairi
Mahasiswa Sastra Inggris Univ. Kanjuruhan
Malang
Email: brong_sumpret@yahoo.com
Contac Person: 087859669312
Sebentar lagi rakyat kota Malang akan larut
dalam sebuah pesta. Lazimnya dalam sebuah pesta tentu terdapat suguhan berbagai
macam menu masakan. Namun dalam pesta kali ini, menu yang disuguhkan sangat
jauh berbeda dengan sajian pesta pada umumnya. Rakyat Kota Malang akan memilih
salah satu dari beberapa pasangan calon Walikota yang menjadi selera mereka. Ya,
itulah pesta demokrasi yang akan diselenggarakan pada taggal 23 Mei mendatang.
Lazimnya sebagaimana dalam waktu menjelang
pemilihan umum, setiap pasangan calon tentu tidak hanya tinggal diam menunggu
hasil pemilihan. Akan tetapi pasangan calon gencar melakukan gerakan – gerakan
politik untuk merebut hati rakyat. Dengan semakin dekatnya waktu pemilihan yang
hanya terhitung beberapa hari saja, membuat para pasangan calon walikota terus
meningkatkan intensitas kampaye mereka untuk mendapatkan simpati rakyat dengan
berbagai cara. Di setiap sudut kota terlihat berbagai warna dari foto masing –
masing pasangan calon yang di pampang. Tentunya dengan jargon politik dan janji
masing – masing.
Janji – janji pasangan calon lazim
terdengar menjelang setiap pemilihan
umum di negeri ini. Semuanya sangat menggiurkan. Siapa yang harus dipilih?
Rakyat pun kebingungan. Rakya sudah terlalu sering dibuat kecewa dengan janji.
Para pemimpin yang telah mendapatkan kursi kepemimpina mereka lupa jika telah
berjanji untuk mensejahterakan orang – orang yang dipimpinnya. Ini merupaka
salah satu problem yang sering terjadi dalam setiap diselenggarakannya
pemilihan umum. Akhirnya, rakyat pun tidak percaya lagi.
Janji memang merupakan hal yang wajar. Setiap
calon pemimpin berhak dan perlu untuk memberikan gambaran kepada rakyat
mengenai program kerja yang akan dijalankan selama satu periode kepemimpinanya.
Akan tetapi tidak hanya sebatas janji. Implementasi dari janji tersebut yang
sangat ditunggu – tunggu oleh rakyat kepada para pemimpin tempat ia
menggantunggkan nasibnya.
Sebenarnya masyarakan (rakyat) tidak terlalu
peduli dengan janji – janji manis para pasangan calon. Rakyat juga tidak
terlalu banyak menuntut kepada pemerintah. Yang mereka inginkan hanya kemudahan
akses pelayanan publik. “Ora usa digae
angel, sing peting gampang lek ngurus perkoro”, demikia ungkap salah
seorang supir angkutan umum kota Malang beberapa waktu lalu. Yang diungkapkan
oleh salah satu supir angkutan umum diatas, merupakan representasi dari suara
hati rakyat kota malang.
Inilah
tips jitu, jika para pasangan calon igin mendapatkan
hak pilih rakyat jatuh ke kantung suaranya, para pasangan calon harus mendengar
sekaligus berusaha mewujudkan keinginan rakyat dan tidak mengecewakan mereka
lagi.
Siapa pun yang terpilih dalam pemilu walikota
nanti bukan merupakan sebuah masalah. Yang paling penting, bagaimana melakukan
langkah – langkah kongkret demi kemajuan bumi Arema kedepannya. Banyak
pekerjaan yang belum tuntas yang harus dilanjutkan selain menciptakan sebuah
trobosan baru. Bagi rakyat, kemudahan dalam mendapatkan akses seperti
pendidikan, kesehatan, informasi, dan pelayanan publik lainnya merupakan
sesuatu yang fundamental dan harus menjadi prioritas utama pemerintah. Selamat
berpesta dan memilih menu yang disajikan.