SISTEM PENGKADERAN PMII
Dalam
organisasi kita mengenal pendidikan yang sering disebut dengan pengkaderan. Melalui
pengkaderan suatu organisasi khusunya PMII (Pergrakan Mahasiswa Islam
Indonesia) mencetak kadernya menjadi insan yang terdidik baik secara kapasitas
intelektual, wawasan, dan gerakannya. Namun
tak sampai disitu pengkaderan juga bertujuan membentuk karakter individu
menjadi insan yang sadar akan tanggung jawab sosialnya sebagai khalifah di
bumi. Tujuan pengkaderan tidak semata-mata hanya membangun kapasitas individu
untuk kejayaan dan kepentingan individu itu sendiri, namun juga untuk
kepentingan masyarakat luas, agama, dan negara.
Berbicara tentang pengkaderan kita pernah lepas dengan yang disebut kader, banyak sekali referensi seperti buku, makalah bahkan sampai artikel mendefinisikan apa itu kader, seperti yang telah ditulis oleh Che Guevara pada, september 1962 dalam artikelnya yang berjudul Kader Tulang Punggung Revolusi bahwassannya “Seorang Kader adalah seseorang yang memiliki disiplin ideologis dan admisnistratif. Yang mengetahui praktek Sentralisme demokrasi dan yang mengetahui bagaimana praktek azaz diskusi kolektif, pengambilan keputusan serta tanggung jawabnya masing-masing. Ia adalah seoran individu yang sudah terbukti kesetiaannya, yang keberanian moralnya telah berkembang seiring dengan perkembangn ideologisnya”. Kata kader sendiri berasal dari bahasa yunani yang berarti Bingkai, bila dimaknai secara luas berarti “orang yang mampu menjalakan amanat organisasi, memiliki kapasitas pengetahuan dan keahlian”.1 Dari dua definisi diatas dapat kita simpulkan bahwasannya kader adalah seseorang yang mempunyai kapasitas baik secara soft skill ataupun hard skill, kader merupakan seseorang yang memiliki tanggung jawab sosial serta mempunyai prinsip untuk selalu memenggunakan asas demokrasi dalam praktek pengambilan keputusan. Tidak hanya itu kader juga harus memiliki sikap disiplin baik dalam administrasi maupun ideologinya. Didalam PMII seseorang bisa disebut kader apabila telah mengikuti proses kaderisasi formal PKD (Pelatihan Kader Dasar).
Proses
mencetak seorang kader sering disebut pengkaderan seperti yang telah saya
singgung diatas, pengkaderan merupakan “Proses bertahap dan terus-menerus
sesuai tingkatan, capaian, situasi dan kebutuhan tertentu yang memungkinkan
seorang kader dapat mengembangkan potensi akal, kemampuan fisik, moral dan
sosialnya”.2 Pengkaderan PMII
menekankan pada tiga titik yang pertama, membangun individu yang percaya akan
kapasitas yang dimilikinya serta mampu menggali dan mengembankan potensi yang
dimilikinya. Kedua membebaskan kader PMII dari belenggu sejarah yang tercipta
sepanjang sejarah nusantara tanpa memangkas kader dari sejarah itu sendiri.
Ketiga pengkaderan PMII hendak membangun keimanan, pengetahuan dan
keterampilan. Pengetahuan tidak semata-mata hanya intelek saja melainkan
kemampuan untuk membaca kenyataan serta mampu menentukan medan gerakan.
Tujuan pengkaderan tidak akan tercapai apabila tidak tersistem, setiap organisasi mempunyai strategi tersendiri dalam mencetak kadernya begipula PMII. Adapun sistem pengkaderan PMII adalah “Totalitas upaya pembelajaran yang dilakukan PMII secara terarah, terencana, sistematik, terpadu, berjenjang dan berkelanjutan untuk mengembangkan potensi, mengasah kepekaan, melatih sikap memperkuat karakter, mermpertinggi harkat dan martabat, memperluas wawasan dan meningkatkan kecakapan insan-insan pergerakan agar menjadi manusia, muttaqin, beradap, santun, beretika, cerdik-cendekia, berkarakter, terampil, loyal mampu dan gigih dalam menjalankan roda organisasi.
Sistem pengkaderan PMII dibagi menjadi tiga bentuk yaitu, Pengkaderan formal (MAPABA,PKD,PKL), pengkaderan informal dan non formal seperti pelatihan-pelatihan. Karena orientasi pengkaderan PMII bertujuan Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia seperti yang termaktub pada AD PMII bab IV pasal 4. Serta menjalankan misi, peran dan fungsi individu,organisasi serta kehidupan bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bernegara. Jika PMII mampu melaksanakan dengan baik tiga bentuk pengkaderan diatas maka PMII mampu mewujudkan kadernya menjadi insan yang Ulul Alab.
MLS, PB PMII 2006
Che Guevara – Kader : Tulang Punggung Revolusi ( https://www.marxists.org/indonesia/archive/guevara/1962-Kader.htm
)
Ditulis Oleh:
Linda Nurul Karimah
Ditulis Oleh:
Linda Nurul Karimah

