Foto : jam tangan , sebagai ilustasi menunggu jam kelas online
Kuliah online dinilai memperlemah sistem, serta tidak efektif di terapkan di indonesia.
Mahasiswa di kota malang dari Jurusan Manajemen Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) menilai kebijakan kuliah secara online untuk mengantisipasi persebaran wabah virus Corona dinilai kurang efektif dilakukan di Indonesia namun dari pada itu ada pula nilai positif nya , kamis (20/3/2020).
Dalan wawancara eksklusif Teamratama.com kepada salah satu mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA). Sebut saja Si I (tidak berkenan di sebutkan nama nya), berstatmen bahwa kebijakan ini ada dua sudut pandang .
Yang pertama kurang efektif dan terlalu membebani mahasiswa , seperti numpuk nya tugas dan sedikit nya pembelajaran dari dosen pemgampu matkul, tandas nya
Lebih lanjut dari pada itu, kebijakan ini mempersulit mahasiswa dengan ada nya presentasi online yang di nilai tidak relevan di terapkan saya kira bukan lagi proses timbal balik hakikat sistem pembelajaran , malah lebih condong pendidikan nya hanya formalitas. Lanjut nya
Dan perihal ini saya kira kuliah online belum relevan di terapkan di indonesia dan perlu menjadi evaluasi dan perhatian penuh bagi pembuat kebijakan ini .
Si I mahasiswa Unikama ini juga selain menanganggap kurang efektif , juga berpendapat bahwa ada nilai positif nya seperti biasa belajar di manapun, namun tetap pada statmen awal kebijakan ini kurang efektif dan efiisien di terapkan di indonesia hari ini.
Lanjut nya.
Dan pendapat dari helmi mahasiswa saintek UNIKAMA berpendapat kebijakan ini juga suatu bentuk lemah nya sistem dan konsepsi pendidikan pengajar seakan akan meremehkan proses belajar mengajar dengan ada nya kebijakan ini. Tandas nya
Temaratama
Red

