-->

Komunisme dan Agama ( BACA LAH !! 1)


 Komunisme dan Agama

Kehidupan merupakan berkat dari tuhan yang sangat berharga. Akan tetapi, di balik kehidupan yang kita jalani hari demi hari ini, sering kali kita tidak lepas dari berbagai masalah yang selalu hinggap di kehidupan kita. Mulai dari persoalan dapat nilai jelek di kampus misalnya, putus asa, khawatir dan sebagainya , dan berbagai hal yang setiap hari kita jumpai.

Terlepas dari berbagai penderitaan yang ada, sesungguh nya ada hal yang jauh lebih esensial di dalam hidup ini, yang sering kali memunculkan pertanyaan mengenai apa makna kehidupan yang kita jalani ini, hal ini misi kehidupan atau tujuan hidup. Bagaimana sikap kita memandang hal-hal demikian di kehidupan ini. Kita sadar bahwa kehidupan ini ada bukan lah perjalanan tanpa tujuan atau pun penggambaran tiada akhir. Dosa memang telah secara serius merusak kehidupan dan mengupahkan kematian, setiap usaha manusia,agama, dan lain sebagainya telah bergelut dengan fakta bahwa cepat atau lambat kita akan kita tidak akan hidup di dunia ini.

Selanjutnya kita akan berbincang tentang dua hal yang tidak asing di telingan kita mulai dari menganjak dewasa hingga saat ini, yakni Komunis dan Agama kedua hal ini seakan akan sangat sensitif dalam kehidupan kita. Dan yang tak jarang kita dengar bahwa komunis adalah paham yang kejam dan tak bertuhan, namun nyata Komunis adalah suatu ideologi ( prinsip kehidupan ) bukan suatu agama baru yang tidak percaya tuhan , stigma-stigma negatif pun sampek hari ini masih mendara daging di kehidupan bangsa indonesai ini khusus nya. Ini biasa kita lihat semenjak terjadinya tragedi G30S/PKI, dan semanjak  kembali diputarnya film” Penghianatan G30S/PKI.

Semenjak itu pula, kemarahan terus menggelorakan semangat ganyang  PKI ( partai komunis indonesia ) yang menjadi doktrin dan propaganda sekarang ialah tak lain di dasari atas paradigma dan keyakinan dari masyarakat indonesia , bahwa komunisme sungguh bejad, tak bermoral, perusak ideologi bangsa “ PANCASILA”, apalagi ketika mengingat peristiwa madiun tahun 1948 dan tentunya gerakan 30 September 1965.

Memang benar, bicara komunis di Indonesia tanpa menyinggung PKI sama saja kuah tanpa garam yang tak bisa di pisah kan , sudah menjadi kodrat dan hakikat, keduanya mesti di sandingkan tanpa boleh di pisahkan, walaupun sebenarnya dalam tubuh komunisme ini tidak hanya di kenal pki, di china, Uni soviet, vietnam juga ada partai beraliran komunisme.

Namun sebaiknya pemahaman seperti ini perlu di luruskan kembali, agar tidak salah presepsi dan menjadi stigma negatif pada orang dan paham komunisme. Pada dasar nya komunisme adalah basis ideologi dari PKI.  Dalam artian, apabila Disebut PKI pasti lah komunis, tapi perlu yang di pahami setiap Komunis belum tentu PKI, Seperti Tan Malaka ( walaupun sempat menjadi pimpinan PKI  namun beliau keluar dengan mendirikan Partai Murba). Logika ini yang sering tidak dipahami oleh masyarakat umum. Dan akhirnya semua dipukul rata.
Setelah pemahaman ini menjadi terang maka kita ingin melihat sisi lain dari komunisme yang sering sekali berbeda dan jarang tersentuh. Sisi yang kontras dari rupa komunisme yang terlanjur di cap tak percaya tuhan ( ateis) dan tak bermoral, inilah sisi yang menjadi stigma masyarakat kita sampai saat ini yang jarang di sajikan dan pahami tentang kedekatan komunisme dan agama. Dua hal yang menurut pandangan umum adalah dua kutub yang berlawanan dan tidak mungkin di satukan.

Mengapa kami rasa sisi ini yang perlu kita bahsa bersama ? sepanjang pengamatan dan dari berbagai literarur dan sejarah yang jarang di konsumsi khalayak umum. Yang terjadi di mata masyarakat dan menjadi eyakinan hingga saat ini ialah label tentang komunis yan tak percaya agama dan tuhan. Bahkan dikatakan dalam tatanan negara komunis, eksisitensi agama di hilangkan.
Untuk itu , perlu penelusuran agar sikap anti komunisme dan menggap jelek , sadis komunisme yang di sugukan dan di sajikan oleh lembaga bah kan pemerintahan hari ini tidak semakin berkembang, kebanyakan dari pandangan umum yang terbentuk dan mendarah daging di masyarakat dan menjadi doktrin turun menurun baik dalam sudut pandang sejarah dan kajian oleh para akademisi  atau yang telah di sajikan mulai dari belia pada generasi muda bangsa ini yang mana dengan tanpa sadar kita telah di giring untuk bagaimana menganggap Komunis itu mainstrem yang menjadi opini umum.
Ada beberapa peristiwa dan fakta sejarah yang di perlihatkan, bagaimana antara agama dan komunis itu saling bergandengan  tangan untuk menghalau penindasan, dan termasuk dalam agama (islam) di kenal dengan 2 hal, pertama yakni mustadhafin ( kelompok ditindas) dan  mustadhazin ( kelompok penguasa), sebagai mana contoh dari rekam jejak sejarah  pra kemerdekaan bahwa tidak bisa di pungkiri bahwa Komunisme berkembang dari orang orang Sarekat Islam (SI) yang berhaluan sosialis meski akhirnya sebelum terbentuk nya PKI pada waktu itu SI pecah menjadin dua SI merah yang menjadi cikal bakal awal terbentuknya paham sosialis dan terjadi kolaborasi dengan komunis dan mendirikan PKI yang di pelopori Darsono,Muso, Alimin hingga tan malaka yang berpadu dengan sosialis Belanda contoh hal nya Sneavliet dan Brams pada waktu itu,  dan tokoh tokoh yang di sebut di atas adalah orang orang beragama, seperti halnya dalam autobiografi nya di sebut bahwa tan malaka sudah hafal Al-Qur an mulai dari umur sembilan tahun.
Tidak cukup di sampai di atas, sisi lian dari perjumpaan anatra komunis dan agama dapat di telusuri dalam salah satu karya yang menceritakan Haji Datuk Batuah, dari perjumpaan komunis dan agama dapat ditelusuri sampai pada penyebaran nya di Sumatra barat. Beliau adalah tokoh yang membawa dan menyebarkan paham komunis di daerah tersebut sekitar 1923 ia menanamkan ajaran komunis di kalangan masyarakat dan pelajar-pelajar dan guru-guru muda Sumatra pada waktu itu.

Belum lagi dengan cerita tentang seorang Haji misbah yang melakukan pemberontakan di banten. Beliau dikenal dengan paham beliau yang komunis, lebih dikenal dengan “ Haji merah”. Memadukan antara semangat revolusioner komunisme dan islam yang sama sama anti terhadap penindasan dan menghisapan yang dilakukan oleh kolonialisme pada waktu itu, dan sepeti tokoh lain yakni Tan Malaka yang pernah menjadi pimpinan PKI dan Komintren Asia timur pada waktu itu beliau di sebut sebagai “ fadjar merah indonesia” yang mempunyai iktikad untuk menyatukan komunis dengan PAN Islamisme pada waktu itu.
Yang menjadi problem saat ini kebanyakan umat beragama khusus nya muslim menentang dan menolak keras paham komunisme dengan alasan bahwa paham tersebut merupakan paham yang mengesampingkan agama dalam bagian kehidupan manusia. Hal ini umum terjadi semenjak yang telah di tulis di atas dengam muncul nya propaganda peristiwa G30S/PKI dan kepentingan asing pada pemerintahan saat ini. Maka rakyat mempercayai bahwa paham komunisme identik dengan ketidak percayaan terhadap tuhan , konspirasi tersebut sudah menjadi rahasia umum masa ini.
Ideologi komunis berawal dari pemikiran karl max yang pada masa industrial di Eropa banyak terjadi penyalagunaan kekuasaan atas nama agama pun itu berkembang hingga saat ini, sehinggu muncul ideologi tersebut yang mempengaruhi pemikiran masyrakat di era modern ini, sayang nya di indonesia dan sebagian belahan bumi lain. Dengan mudahnya seseorang menghakimi sesat terhadap suatu paham tanpa meneliti atau mencari tahu terlebih dahulu secara dalam, hanya karena ada isu bahwa paham tersebut mengesampingkan agama lalu memvonis sesaat.
Sebenarnya jangan dulu kita sibuk mengurusi atau menilai paham orang lain, prinsip dan paham yang di anut kita pun belum seutuhnya di mengerti dengan detail, sehingga timbul generasi-generasi yang fundamental dan dogmatif mudah menvonis golongan di luar dan sulit memahami perbedaan. Kesalahan terbesar manusia hari ini adalah ia merasa benar dengan diri nya sendiri kebenaran itu sifatnya relatif sebenarnya, yang seharusnya dilakukan adalah menyerukan kebaikan yang bersifat Universal, dengan itu maka ia telah melakukan yang benar
Marilah kita Fikir bersama dengan judul di atas “ KOMUNISME DAN AGAMA “, ternyata jika kita boleh berpendapat ternyata agama khusus nya islam adalah agama yang cenderung paling sosialis dan komunis. Itulah yang jarang di sadari kebnyakan kaum beragama muslim khusus nya . yang malah berkoar menolak keras paham sosialis dan komunis. Mari kita renungkan , dalam ajaran islam , allah menciptakan manusia tiada lain untuk beribadah kepada nya, menjadi khalifah di muka bumi, dengan cara bukan hanya ibadah ritual semata. Tapi juga sebaiak – baiknya manusia adalah yang manfaat bagi sesama. Dengan esensi tujuan menciptakan manusia saja membuktikan bahwa manusia hidup bukan untuk kesenangan diri sendiri dan memperkaya diri, tapi untuk kepentingan memakmurkan bumi yang hasil nya tidak untuk di monopoli sendiri tapi untuk umat manusia juga. Kekayaan dan karya di bakti dan abdikan untuk kepentingan sesama, sama rasa sama rata.
Sebagaimana firman tuhan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Sudah tentu ini menitik beratkan bagi kepentingan sosial dan umat yang merupakan komunitas manusia. Komunis adalah sistem yang mengedepan kan misi atas visi kepenitngan komunitas manusia yang dalam islam di sebut umat atau jamaah. Bahkan dalam ajaran islam, di titik tekan kan menjadi manusia yang bermanfaat bagi alam semesta rahmatan lil alamin. Bukan hanya untuk umat islam saja ini membuktikan ajaran agama khusus nya islam lebih banyak mengandung unsur sosialisme dan komunisme.
Dalam ibadah ritual sholat saja, laki-laki seharusnya sholat berjemaah yang akan menjadikan komunias/jmaah dalam melakukan shlt pun diatur dalam syariat secara detail sesuai mazhab-mazhab yang berlaku, semisal ketika masuk masjid, tidak ada pemetaan kelas si kaya, si miskin, pemimpin,bawahan dan lain sebagainya. Semua nya sama rata dalam shaf sholat di masjid siapapun yang datang lebih dulu , dialah yang berhak menempati shaf paling depan. Begitu pula dalam hal puasa. Umat islam selain berlatih mengendalikan diri dan hawa nafsu juga dilatih untuk ber empati terhadap saudara-saudara yang kelaparan diluar sana. Bagaimana rasa nya tidak makan minum seharian seperti orang yang tidak mampu.
Selain itu dalam hal agenda keagamaan lainn nya yakni zakat, banyak sekali jenis zakat yang di ajarkan dalam islam. Mulai dari zakat fitrah, zakat pendapatan, zakat kekayaan dan lian sebagainya, yang itu adalah suatu bentuk contoh dan perintah bahwa umat beragama khusus nya islam diharuskan punya kepedulian dan ketangguhan sosial bukan hanya ketangguhan pribadi yang di fikirkan layakna sistem kapitalis. Lihat lah umat muslim yang sedang ber haji pula mereka semua menggunakan pakaian sama yakni pakaian ihram sambil bersama secara kolosal melakukan rukun haji. Semua sama rasa dan sama rata tanpa terkecuali
Adapun yang belum bisa berangkat haji, masih bisa berkurban di atanah airnya. Dan membagikan sebagian hartanya untuk yang lian, utama nya untuk kaum yang kurang mampu, bagi pengorbanan demi kebahagiaan orang lian. Belum lagi dalam syariat-syariat lian. Hampir sebagian aspek kehidupan umat islam telah diatur dalam kitab suci Al-Qur’an yang bisa di kaji secara dalam sesuai jaman. Tidak semuanya sendiri . ada kaidah-kaidah yang harus di ikuti.
Kecuali hal hal yang berbau agama yang di uat oleh orang yang berkepentingan /  dalam kata lain penguasa dan orang – orang yang sering meng klaim sebgai ulama yang mudah berfatwa demi keefisienan di masa nya, di karenakan itulah buatan manusia, masih mungkin untuk di revisi sesuai jaman saat ini sesuai kemajuan teknologi oleh ulama ulama saat ini.
Secara garis besar sebenar nya tidak ada perbedaan atau rivalitas yang  konkrit dan sesuai realita antara komunis dan agama, justru ideologi islam banyak kemiripan dengan sosialis dan komunis secara penerapan, walaupun  terdapat perbedaan fundamental tetapi esensi nya hampir sama, adlam hal islam lebih terjapat kebijaksanaan,keadilan tidak selalu harus sama rata tapi di sesuaikan secara proporsional. Yang akhirnya malah memicu untuk berlomba memperkaya diri dan obsesi bukan untuk kemaslahatan orang lain.
Memilih pemimpin pun dengaan suara terbanyak. Padahal yang terbanyak itu belum tentu baik. Tapi harusnya dimusyawarah kan dan di sepakati bersama sehingga adil bagi semua dan di temukan pilihan terbaik. Untuk itulah sebagai umat beragama, sudah sepantas nya meneliti dulu paham sendiri sebelum menghakimi paham yang lain, berintropeksi dulu sebelum mengoreksi orang lain, jangan langsung ikut-ikut an kebanyakan orang, sabar dan teliti dulu
Bukankah yang banyak belum tentu benar, bisa jadi yang sedikit itu justru yang benar. Islam mengajarkan umatnya untuk berfikir, karena islam diperuntukan bagi orangorang yang berfikir bukan untuk orang yang menelan mentah mentah dalil dan stigma lalu berkowar koar tanpa berfikir dan meresapi,apalgi merasa paling benar dan menyalahkan orang lain
AGAMA MEMANG MENJAUHKAN KITA DARI DOSA, NAMUN SUDAH BERAPA BANYAK DOSA YANG KITA LAKUKAN  ATAS NAMA  AGAMA ( R.A KARTINI).

AGAMA ADALAH CANDU MAKA REVOLUSI MENTAL TAK AKAN PERNAH BERHASIL BILA RAKYAT JAUH DARI AGAMA ( D.N AIDIT).

DI MATA TUHAN SAYA MUSLIM , DI MATA MANUSIA SAYA KOMUNIS , KARENA BANYAK SETAN BERKELIARAN DI ANTARA MANUSIA ( TAN MALAKA).

AGAMA MEMBANTU ANDA BERHUBUNGAN  DENGAN ALAM SEMESTA. BUDDHA TIDAK PEDULI DENGAN KONSEP TUHAN, NAMUN  DIA MEMBERI KITA NILAI NILAI  ( ASGHAR ALI ENGGINER )

SUMBER :  TAN MALAKA DAN TUHAN, MADILOG, PENJARA KE PENJARA, TEOLOGI ISLAM DAN PEMBEBASAN, KARL MAX. SOSIALIS KOMUNIS DAN AGAMIS.


TEAM RATAMA
RED ( A.Z)












LihatTutupKomentar