Komunisme dan Agama
Kehidupan merupakan berkat
dari tuhan yang sangat berharga. Akan tetapi, di balik kehidupan yang kita
jalani hari demi hari ini, sering kali kita tidak lepas dari berbagai masalah
yang selalu hinggap di kehidupan kita. Mulai dari persoalan dapat nilai jelek
di kampus misalnya, putus asa, khawatir dan sebagainya , dan berbagai hal yang
setiap hari kita jumpai.
Terlepas dari berbagai
penderitaan yang ada, sesungguh nya ada hal yang jauh lebih esensial di dalam
hidup ini, yang sering kali memunculkan pertanyaan mengenai apa makna kehidupan
yang kita jalani ini, hal ini misi kehidupan atau tujuan hidup. Bagaimana sikap
kita memandang hal-hal demikian di kehidupan ini. Kita sadar bahwa kehidupan
ini ada bukan lah perjalanan tanpa tujuan atau pun penggambaran tiada akhir.
Dosa memang telah secara serius merusak kehidupan dan mengupahkan kematian, setiap
usaha manusia,agama, dan lain sebagainya telah bergelut dengan fakta bahwa
cepat atau lambat kita akan kita tidak akan hidup di dunia ini.
Selanjutnya kita akan
berbincang tentang dua hal yang tidak asing di telingan kita mulai dari
menganjak dewasa hingga saat ini, yakni Komunis dan Agama kedua hal ini seakan
akan sangat sensitif dalam kehidupan kita. Dan yang tak jarang kita dengar
bahwa komunis adalah paham yang kejam dan tak bertuhan, namun nyata Komunis
adalah suatu ideologi ( prinsip kehidupan ) bukan suatu agama baru yang tidak
percaya tuhan , stigma-stigma negatif pun sampek hari ini masih mendara daging
di kehidupan bangsa indonesai ini khusus nya. Ini biasa kita lihat semenjak
terjadinya tragedi G30S/PKI, dan semanjak kembali diputarnya film” Penghianatan G30S/PKI.
Semenjak itu pula,
kemarahan terus menggelorakan semangat ganyang
PKI ( partai komunis indonesia ) yang menjadi doktrin dan propaganda
sekarang ialah tak lain di dasari atas paradigma dan keyakinan dari masyarakat
indonesia , bahwa komunisme sungguh bejad, tak bermoral, perusak ideologi
bangsa “ PANCASILA”, apalagi ketika mengingat peristiwa madiun tahun 1948 dan
tentunya gerakan 30 September 1965.
Memang benar, bicara
komunis di Indonesia tanpa menyinggung PKI sama saja kuah tanpa garam yang tak
bisa di pisah kan , sudah menjadi kodrat dan hakikat, keduanya mesti di
sandingkan tanpa boleh di pisahkan, walaupun sebenarnya dalam tubuh komunisme
ini tidak hanya di kenal pki, di china, Uni soviet, vietnam juga ada partai
beraliran komunisme.
Namun sebaiknya pemahaman
seperti ini perlu di luruskan kembali, agar tidak salah presepsi dan menjadi
stigma negatif pada orang dan paham komunisme. Pada dasar nya komunisme adalah
basis ideologi dari PKI. Dalam artian,
apabila Disebut PKI pasti lah komunis, tapi perlu yang di pahami setiap Komunis
belum tentu PKI, Seperti Tan Malaka ( walaupun sempat menjadi pimpinan PKI namun beliau keluar dengan mendirikan Partai
Murba). Logika ini yang sering tidak dipahami oleh masyarakat umum. Dan
akhirnya semua dipukul rata.
Setelah pemahaman ini
menjadi terang maka kita ingin melihat sisi lain dari komunisme yang sering sekali
berbeda dan jarang tersentuh. Sisi yang kontras dari rupa komunisme yang
terlanjur di cap tak percaya tuhan ( ateis) dan tak bermoral, inilah sisi yang
menjadi stigma masyarakat kita sampai saat ini yang jarang di sajikan dan pahami
tentang kedekatan komunisme dan agama. Dua hal yang menurut pandangan umum
adalah dua kutub yang berlawanan dan tidak mungkin di satukan.
Mengapa kami rasa sisi ini
yang perlu kita bahsa bersama ? sepanjang pengamatan dan dari berbagai
literarur dan sejarah yang jarang di konsumsi khalayak umum. Yang terjadi di
mata masyarakat dan menjadi eyakinan hingga saat ini ialah label tentang
komunis yan tak percaya agama dan tuhan. Bahkan dikatakan dalam tatanan negara
komunis, eksisitensi agama di hilangkan.
Untuk
itu , perlu penelusuran agar sikap anti komunisme dan menggap jelek , sadis
komunisme yang di sugukan dan di sajikan oleh lembaga bah kan pemerintahan hari
ini tidak semakin berkembang, kebanyakan dari pandangan umum yang terbentuk dan
mendarah daging di masyarakat dan menjadi doktrin turun menurun baik dalam
sudut pandang sejarah dan kajian oleh para akademisi atau yang telah di sajikan mulai dari belia
pada generasi muda bangsa ini yang mana dengan tanpa sadar kita telah di giring
untuk bagaimana menganggap Komunis itu mainstrem yang menjadi opini umum.
Ada
beberapa peristiwa dan fakta sejarah yang di perlihatkan, bagaimana antara
agama dan komunis itu saling bergandengan
tangan untuk menghalau penindasan, dan termasuk dalam agama (islam) di
kenal dengan 2 hal, pertama yakni mustadhafin ( kelompok ditindas) dan mustadhazin ( kelompok penguasa), sebagai
mana contoh dari rekam jejak sejarah pra
kemerdekaan bahwa tidak bisa di pungkiri bahwa Komunisme berkembang dari orang
orang Sarekat Islam (SI) yang berhaluan sosialis meski akhirnya sebelum terbentuk
nya PKI pada waktu itu SI pecah menjadin dua SI merah yang menjadi cikal bakal
awal terbentuknya paham sosialis dan terjadi kolaborasi dengan komunis dan
mendirikan PKI yang di pelopori Darsono,Muso, Alimin hingga tan malaka yang
berpadu dengan sosialis Belanda contoh hal nya Sneavliet dan Brams pada waktu
itu, dan tokoh tokoh yang di sebut di
atas adalah orang orang beragama, seperti halnya dalam autobiografi nya di
sebut bahwa tan malaka sudah hafal Al-Qur an mulai dari umur sembilan tahun.
Tidak cukup
di sampai di atas, sisi lian dari perjumpaan anatra komunis dan agama dapat di
telusuri dalam salah satu karya yang menceritakan Haji Datuk Batuah, dari
perjumpaan komunis dan agama dapat ditelusuri sampai pada penyebaran nya di
Sumatra barat. Beliau adalah tokoh yang membawa dan menyebarkan paham komunis
di daerah tersebut sekitar 1923 ia menanamkan ajaran komunis di kalangan
masyarakat dan pelajar-pelajar dan guru-guru muda Sumatra pada waktu itu.
Belum
lagi dengan cerita tentang seorang Haji misbah yang melakukan pemberontakan di
banten. Beliau dikenal dengan paham beliau yang komunis, lebih dikenal dengan “
Haji merah”. Memadukan antara semangat revolusioner komunisme dan islam yang
sama sama anti terhadap penindasan dan menghisapan yang dilakukan oleh
kolonialisme pada waktu itu, dan sepeti tokoh lain yakni Tan Malaka yang pernah
menjadi pimpinan PKI dan Komintren Asia timur pada waktu itu beliau di sebut
sebagai “ fadjar merah indonesia” yang mempunyai iktikad untuk menyatukan
komunis dengan PAN Islamisme pada waktu itu.
Yang
menjadi problem saat ini kebanyakan umat beragama khusus nya muslim menentang
dan menolak keras paham komunisme dengan alasan bahwa paham tersebut merupakan
paham yang mengesampingkan agama dalam bagian kehidupan manusia. Hal ini umum
terjadi semenjak yang telah di tulis di atas dengam muncul nya propaganda
peristiwa G30S/PKI dan kepentingan asing pada pemerintahan saat ini. Maka rakyat
mempercayai bahwa paham komunisme identik dengan ketidak percayaan terhadap
tuhan , konspirasi tersebut sudah menjadi rahasia umum masa ini.
Ideologi
komunis berawal dari pemikiran karl max yang pada masa industrial di Eropa
banyak terjadi penyalagunaan kekuasaan atas nama agama pun itu berkembang
hingga saat ini, sehinggu muncul ideologi tersebut yang mempengaruhi pemikiran
masyrakat di era modern ini, sayang nya di indonesia dan sebagian belahan bumi
lain. Dengan mudahnya seseorang menghakimi sesat terhadap suatu paham tanpa
meneliti atau mencari tahu terlebih dahulu secara dalam, hanya karena ada isu
bahwa paham tersebut mengesampingkan agama lalu memvonis sesaat.
Sebenarnya
jangan dulu kita sibuk mengurusi atau menilai paham orang lain, prinsip dan
paham yang di anut kita pun belum seutuhnya di mengerti dengan detail, sehingga
timbul generasi-generasi yang fundamental dan dogmatif mudah menvonis golongan di
luar dan sulit memahami perbedaan. Kesalahan terbesar manusia hari ini adalah
ia merasa benar dengan diri nya sendiri kebenaran itu sifatnya relatif
sebenarnya, yang seharusnya dilakukan adalah menyerukan kebaikan yang bersifat
Universal, dengan itu maka ia telah melakukan yang benar
Marilah kita
Fikir bersama dengan judul di atas “ KOMUNISME DAN AGAMA “, ternyata jika kita
boleh berpendapat ternyata agama khusus nya islam adalah agama yang cenderung
paling sosialis dan komunis. Itulah yang jarang di sadari kebnyakan kaum beragama
muslim khusus nya . yang malah berkoar menolak keras paham sosialis dan
komunis. Mari kita renungkan , dalam ajaran islam , allah menciptakan manusia
tiada lain untuk beribadah kepada nya, menjadi khalifah di muka bumi, dengan
cara bukan hanya ibadah ritual semata. Tapi juga sebaiak – baiknya manusia
adalah yang manfaat bagi sesama. Dengan esensi tujuan menciptakan manusia saja
membuktikan bahwa manusia hidup bukan untuk kesenangan diri sendiri dan memperkaya
diri, tapi untuk kepentingan memakmurkan bumi yang hasil nya tidak untuk di
monopoli sendiri tapi untuk umat manusia juga. Kekayaan dan karya di bakti dan
abdikan untuk kepentingan sesama, sama rasa sama rata.
Sebagaimana
firman tuhan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Sudah
tentu ini menitik beratkan bagi kepentingan sosial dan umat yang merupakan
komunitas manusia. Komunis adalah sistem yang mengedepan kan misi atas visi
kepenitngan komunitas manusia yang dalam islam di sebut umat atau jamaah. Bahkan
dalam ajaran islam, di titik tekan kan menjadi manusia yang bermanfaat bagi
alam semesta rahmatan lil alamin. Bukan hanya untuk umat islam saja ini
membuktikan ajaran agama khusus nya islam lebih banyak mengandung unsur
sosialisme dan komunisme.
Dalam ibadah
ritual sholat saja, laki-laki seharusnya sholat berjemaah yang akan menjadikan
komunias/jmaah dalam melakukan shlt pun diatur dalam syariat secara detail
sesuai mazhab-mazhab yang berlaku, semisal ketika masuk masjid, tidak ada
pemetaan kelas si kaya, si miskin, pemimpin,bawahan dan lain sebagainya. Semua nya
sama rata dalam shaf sholat di masjid siapapun yang datang lebih dulu , dialah
yang berhak menempati shaf paling depan. Begitu pula dalam hal puasa. Umat islam
selain berlatih mengendalikan diri dan hawa nafsu juga dilatih untuk ber empati
terhadap saudara-saudara yang kelaparan diluar sana. Bagaimana rasa nya tidak
makan minum seharian seperti orang yang tidak mampu.
Selain itu
dalam hal agenda keagamaan lainn nya yakni zakat, banyak sekali jenis zakat
yang di ajarkan dalam islam. Mulai dari zakat fitrah, zakat pendapatan, zakat
kekayaan dan lian sebagainya, yang itu adalah suatu bentuk contoh dan perintah
bahwa umat beragama khusus nya islam diharuskan punya kepedulian dan
ketangguhan sosial bukan hanya ketangguhan pribadi yang di fikirkan layakna
sistem kapitalis. Lihat lah umat muslim yang sedang ber haji pula mereka semua
menggunakan pakaian sama yakni pakaian ihram sambil bersama secara kolosal
melakukan rukun haji. Semua sama rasa dan sama rata tanpa terkecuali
Adapun
yang belum bisa berangkat haji, masih bisa berkurban di atanah airnya. Dan membagikan
sebagian hartanya untuk yang lian, utama nya untuk kaum yang kurang mampu, bagi
pengorbanan demi kebahagiaan orang lian. Belum lagi dalam syariat-syariat lian.
Hampir sebagian aspek kehidupan umat islam telah diatur dalam kitab suci Al-Qur’an
yang bisa di kaji secara dalam sesuai jaman. Tidak semuanya sendiri . ada
kaidah-kaidah yang harus di ikuti.
Kecuali hal
hal yang berbau agama yang di uat oleh orang yang berkepentingan / dalam kata lain penguasa dan orang – orang yang
sering meng klaim sebgai ulama yang mudah berfatwa demi keefisienan di masa
nya, di karenakan itulah buatan manusia, masih mungkin untuk di revisi sesuai
jaman saat ini sesuai kemajuan teknologi oleh ulama ulama saat ini.
Secara garis
besar sebenar nya tidak ada perbedaan atau rivalitas yang konkrit dan sesuai realita antara komunis dan
agama, justru ideologi islam banyak kemiripan dengan sosialis dan komunis
secara penerapan, walaupun terdapat
perbedaan fundamental tetapi esensi nya hampir sama, adlam hal islam lebih terjapat
kebijaksanaan,keadilan tidak selalu harus sama rata tapi di sesuaikan secara
proporsional. Yang akhirnya malah memicu untuk berlomba memperkaya diri dan
obsesi bukan untuk kemaslahatan orang lain.
Memilih
pemimpin pun dengaan suara terbanyak. Padahal yang terbanyak itu belum tentu
baik. Tapi harusnya dimusyawarah kan dan di sepakati bersama sehingga adil bagi
semua dan di temukan pilihan terbaik. Untuk itulah sebagai umat beragama, sudah
sepantas nya meneliti dulu paham sendiri sebelum menghakimi paham yang lain,
berintropeksi dulu sebelum mengoreksi orang lain, jangan langsung ikut-ikut an
kebanyakan orang, sabar dan teliti dulu
Bukankah
yang banyak belum tentu benar, bisa jadi yang sedikit itu justru yang benar. Islam
mengajarkan umatnya untuk berfikir, karena islam diperuntukan bagi orangorang
yang berfikir bukan untuk orang yang menelan mentah mentah dalil dan stigma
lalu berkowar koar tanpa berfikir dan meresapi,apalgi merasa paling benar dan
menyalahkan orang lain
AGAMA MEMANG
MENJAUHKAN KITA DARI DOSA, NAMUN SUDAH BERAPA BANYAK DOSA YANG KITA
LAKUKAN ATAS NAMA AGAMA ( R.A KARTINI).
AGAMA ADALAH CANDU
MAKA REVOLUSI MENTAL TAK AKAN PERNAH BERHASIL BILA RAKYAT JAUH DARI AGAMA ( D.N
AIDIT).
DI MATA TUHAN SAYA
MUSLIM , DI MATA MANUSIA SAYA KOMUNIS , KARENA BANYAK SETAN BERKELIARAN DI
ANTARA MANUSIA ( TAN MALAKA).
AGAMA MEMBANTU ANDA
BERHUBUNGAN DENGAN ALAM SEMESTA. BUDDHA
TIDAK PEDULI DENGAN KONSEP TUHAN, NAMUN
DIA MEMBERI KITA NILAI NILAI (
ASGHAR ALI ENGGINER )
SUMBER : TAN MALAKA DAN TUHAN, MADILOG, PENJARA KE PENJARA, TEOLOGI ISLAM DAN PEMBEBASAN, KARL MAX. SOSIALIS KOMUNIS DAN AGAMIS.
TEAM RATAMA
RED ( A.Z)

