RENJANA MALAM
Aku ingin menemu tuhan di jalanan
Tercecer bersama sisa pijakan
Hempas alunan resah
Meski ku rasa kita terlanjur basah
Aku yang kalah memandang surya
Memilih menjadi pejalan malam
Beradu pilu pada trotoarsuram,
Yang ku temu, penyesalan
Sempat kutanya padanya
Adakah kekasih yang paling setia
Selain metamorphosis fana
, ia menutup suara
Semakin gelap malam menyapa
Semakin terlena aku pada lara
Semakin aku lupa,
Kau fatamorgana
Kala klimaks aku menghardik malam
Aku pun tak bisa menaruh renjana, pada siang,
Dingin dekapnya jauh
Peluk hangat, menghujam,
Pada palung terdalam
Malang, 29 Oktober 2018
Oleh
Sahabat Nuanang(Senior PMII Tan Malaka)