-->

Kaderisasi Organisasi

Bercerita Kaderisasi




Pertama, sebelum lebih panjang, ketika sederhana itu. Tulisan ini hanya berangkat dari keadaam yang mungkin masih saya pahami dan masih mencari jawaban atas pertanyaan yang sering kali muncul dalam fikiran saya prihal kaderisasi Organisasi. Mohon Koreksi dan kritik dari penyimak untuk melungkan sedikit kritikan di kolom komentar karena kritikan dan saranlah yang bisa membentuk pola fikir Khusunya saya kedepan.

Prihal kaderisasi merupakan hal penting bagi sebuah oragnisasi, karena kaderisasi merupakan inti dari kelanjutan perjuangan Oraganisasi kedepannya. Tanpa Kaderisasi, rasanya sangat sulit di bayangkan sebuah organisasi  dapat bergrak dan melakukan tugas tugas keorganisasian dengna baik dan dinamin. Karena tanpa Kaderisasi  dengan di konsep dan menentukan arah Organisasi serta dengan keberangkatan pula pada kondisi dan zaman, maka oraganisasi akan di tampik oleh zaman atau tanpa membubarkan Organisasi-organisasi akan di tenggelamkan oleh zaman itu sendiri(MLS/PMII).  Kaderisasi adalah sebuah keniscayaaan mutlah untuk membangun struktur kerja yang mandiri dan berkelanjutan.

Perlu kita sadari bersama bahwa, Fungsi dari kaderisasi adalah mempersiapkan calon-calon(Embrio) yang siap melanjutkan tongkat Estapet perjuangan sebuah organiasasi. Kader dalam suatu organisasi adalah orang yang telah dilatih dan di persiapkan dengan berbagai keterampilan dan disiplin llmu, sehingga ia mempunyai kemampuan di atas rata-rata kebanyakan orang. Maka dari itu perlu kita perhatikan benar konsepsi dan arah kaderisasi dalam organisasi kedepannya. Bung Hatta  pernah menyatakan Kaderisasi dalam kerangka kebangsaan, "Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. untuk menghasilkan pemimpin bangsa  di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam".

Maka dari sini, perlu kita tentukan atau rencanakan pendangan umum mengenai kaderisasi suatu Organisasi dapat di petakan menjadi 2 aspek secara Umum. Pertama, Perlaku kaderisasi (Subyek). dan kedua, Sasaran kaderisasi (Obyek). Untuk yang pertama subyek atau pelaku kaderisasi sebuah organisasi adalah individu atau sekelompok orang yang mempersonifikasi dalam  sebuah organisasi dan sebijakan-kebijakannya dan yang melakukan fungsi regenerasi dan kesinambungan tugas-tugas kaderisasi dalam suatu organisasi perlu sebagaimana di atas sudah di katakan sebagai pelaku (Subyek).  Maka dari itu, kita [erlu di Upgrading dalam artian sederhana, melakukan refleksi dan pembekalan diri khususnya sebelum melakukan proses kaderisasi berikit dalam organisasi, karena tanggung jawab  ini adalah suatu tanggungan yang harus kita lakukan dengan sebagai mana arah organisasi dan tidak keluar dari etika dan peraturan dalam organisasi tersebut.

Sedangkan yang kedua, Obyek(Orang yang di tuju) dari kederisasi, dengna pengertian lain adalah individu-individu yang di persiapkan dan dilatih untuk meneruskan visi dan misi organisasi. Sifat sebagai subyek dan obyek dari proses kaderisasi ini sejatinya harus memenuhi beberapa pondasi dasar dalam pembentukan dan membina  kader-kader organisasi yang handal, cerdas, dan matang secara Intelektual Profesional. dengan harapan Regenerasi yang Ulil Albab.

Mengkader (melakukan proses kaderisasi) berarti menyelami perasaan dan fikiran orang yang anda kita kader, serta memberi inspirasi dan mebangun kaberanian hatiorang yang di kadernnya agar mampu berkarya secara maksimal dalam lingkungan tugasnya. Sedangkan sebagai Obyek dari proses kaderisasi, sejatinya seorang kader memiliki komitmen dan tanggung jawab untuk melanjutkan visi dan misi organisasi kedepannya. Karena jatuh-bangunnya Organisasi terletak pada sejauh mana komitmen dan keterlibatan mereka secara intens dalam dinamikia organisasi. serta tanggung jawab mereka untuk melanjutkan perjuangan organisasi yang telah dirintis dan di lakuakan oleh para pendahulu-pendahulu mereka.

Faktor faktor yang perlu dipertimbangkan dalam hal kaderisasi adalah dasar sang kader. potensi dasar tersebut sesungguhnya telah dapat di bacamelalui perjalanan hidupnya. sejauhmanakan kecendrungan terhadap dinamika-dinamika sosial lingkungannya. jadi, ada semacam landasan berfikir atau teori kaderisasi yang harus mendapatkan porsi perhatian oleh setiap organisasi. Yaitu harus di temukan denga upaya mencari bibit-bibit unggul dala kaderisasi. Subyek harus mempu menawarkan visi serta misinya kedepan yang lebih jelas dan memikat, serta bisa menunjukkan nilai tawar organisasi dengan dinamikia organisasi yang menantang   bagi para kader yang potensial. sehingga para kader dengan senang hati akan terlibat mencurahkan potensinya dalam kencah organisasi.

Untuk dapat menjalankan peran tersebut, maka Organisasi harus terlebih dahlu mematangkan visi  dan misi mereka dan termasuk sikap mereka terhadappersoalan mendesak dan aktual kemasyarakatan, serta pada saat yang sama tersedianya seorang subyek yang handal harus melakukan tugas Organisasi yakni; Kaderisasi tersebut. Regenerasi (kader) yang telah masuk dalam organisasi dan telah melakukan proses didalamnya l, setelah mereka memahami dan meyakini pandangan dan sistem yang telah diinternalisasikan, maka jiwanya akan terpacu untuk terus berproses , berkarya dan berkreasi semaksimal  mungkin. Maka, di sini, organisasi  dituntut untuk dapat mengantisipasi dan menyalurkannya secara positif. Dan memang sepatutnya organisasi mampu melakukannya, karena bukankah yang namanya organsiasi berarti terobsesi progresif bergerak maju dengan satu organisasi yang efisien dan efektif, bukan sebaliknya?

Belakangan ini, sudah dimulai upaya ke arah kaderisasi yang berorientasi pada karya dan aksi sosial,kultur dan akademisi dalam level general, berupa penumbuhan dan pengembangan intelektual dan profesional dalam  sosial. Jadi, bagaimana menggabungkan atau menemukan aspek aspek i yang ideal antara aktifitas berpikir (belajar) sebagaimana hakikat mahasiswa dan aktifitas aksi sosial sebagai pengejawantahan dari nilai-nilai secara terasa ataupun tersirat . Dengan kata lain, harus ditemukan titik keseimbangan antara nilai-nilai tersurat maupaun tersirat tadi dengan realitas dengan harapan di realisasikan dengan hitmat dan eduaktif dan rahmatan lil alamin.

Sukses atau tidaknya suatu  organisasi dapat diukur dari kesuksesannya dalam proses kaderisasi internal yang di kembangkannya. Karena, wujud dari keberlanjutan organisasi adalah munculnya kader-kader yang memiliki kapasitas dan komitmen terhadap dinamika organisasi untuk masa depan. Organisasi nya .yang trakhir Tan Malaka pernah berkata dalam buku nya Aksi Massa bahwa “ akuilah dengan hati yang suci dan bersih bahwa kita perlu belajar dari orang barat, namun jangan sesekali menirunya , jadilah murid dari timur yang cerdas dengan bisa memenuhi kebutuhan alam dan zaman “ 
Dan dalam rangka pembawa tongkat atau tanggung jawab Ki Hadhar dewantara pernah berkata
“ ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani “



Oleh :
Media Ratama
LihatTutupKomentar