-->

Terbentur terbentur terbentur terbentuk

Terbentur terbentur terbentur Terbentuk




Jika kata-kata diatas dibenturkan  dengan kebiasaan buruk kader PMII yang tidak berani membawa buku yang tebal atau buku-buku yang bahasanya sangat berat dengan alasan yang mereka lontarkan karena belum siap menjamah buku itu, sedangkan dalam suatu konsep kaderisasi, gerakan entah itu gerakan advokasi maupun gerakan kaderisasi, mereka meyakini kata bijak dari tan malaka bahwa jika semakin sering kita dibenturkan oleh masalah-masalah yang ada maka semakin cepat kita terbentuk sebagai pribadi muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi lulur, berilmu, cakap, bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya serta berkomitmen dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.


Terlalu luas atau terlalu sempit penafsiran itu saya kurang memahami, yang jelas perlu ada pengembangan dalam menafsirkan dan merealisasikan kata-kata diatas termasuk dalam hal mencari dan mempelajari ilmu termasuk membaca buku. Ini yang akan saya bahas mengenai kebiasaan buruk dan kekeliruan yang sudah membudaya di PMII terutama komisariat Ibnu Rusyd, karena mereka kurang menyadari bahwa ketika mereka semakin sering membaca buku-buku tebal ataupun buku yang bahasanya baerat dan rumit maka akan semakin cepat mereka memahami ilmu-ilmu berat, ilmu-ilmu ampuh, ilmu-ilmu yang sebenarnya penting untuk diketahui banyak orang, namun faktanya banyak orang yang tidak mengetahui pentingnya hal itu, itu bonus plusnya. 


Kader PMII yang mau melakukan itu maka akan satu langkah lebih depan dibanding kader-kader lain. Begitupun ketika sudah terjun di masyarakat mereka yang melakukan hal itu akan lebih maju pemikiran dan pandangannya dalam memajukan lingkungan masyarakatnya, sehingga itu yang akan menjadi tanggung jawab besar sebagai kader PMII yang menjadi penggerak massa untuk memajukan bangsa dan negara.



Ditulis oleh:

Dedi Hermawan [selaku wakil  ketua rayon yang ke-Vi]

LihatTutupKomentar