Tan Malaka, bapak Republik yang di lupakan
Tan Malaka ? Siapa itu ? Terdengar asing diperdengarkan kita ? Nama
yang terlihat asing di penglihatan kita ? Atau tak pernah mendengar nya sama
sekali ? Padahal sudah jelas istilah yang tersebar dimana-mana disetiap sudut
kota disetiap pinggir jalan tertanamkan pada akal bangsa yang besar adalah
bangsa yang menghargai pahlawannya !
Lantas jika kita tidak mengetahui sosok Tan Malaka bagaimana keadaan
bangsa ini ? Ya, TAN MALAKA adalah pahlawan nasional yang telah ditetapkan pada
presiden Soekarno dan dibungkam paksa pada pemerintahan order baru. Bagaimana
itu bisa terjadi ? Kemerdekaan memang diperjuangkan lebih dari ribuan nama akan
tetapi ada saja yang tak dianggap, tersingkirkan dikarenakan perbedaan ideologi
dan kepentingan pribadi para kaum yang katanya diatas.
Pahlawan yang mempunyai keinginan untuk Indonesia dengan tekad kuat '
merdeka 100%', kini beliau telah di absenkan
dari sejarah bangsanya sendiri yang telah diperjuangkan dengan segala daya
upaya dan pada akhirnya terbunuh di Medan grilya.
Mari kita lihat sosok pahlawan yang telah dibungkam oleh bangsanya.
Beliau diburu polisi rahasia di dua benua dan 11 negara dengan 23 nama samaran,
dengan kecerdasan nya beliau menguasai 8 bahasa, gagasannya yang begitu unggul
tertuangkan dalam 27 buku ratusan brosur dan artikel yang yang tertuang dalam
berbagai terbitan surat kabar Hindia Belanda. Sangat miris ketika sosok
pahlawan yang hidup dalam 20 tahun pelarian demi memperjuangkan kemerdekaan
bangsa Indonesia yang ia cintai ketika yang lainnya masih meraba-raba bentuk ke
negara an Indonesia Tan Malaka sudah mulai menyiapkan rancangan . Perjuangannya
yang dalam sunyi senyap dan pergerakannya dalam serba rahasia tanpa memikirkan
popularitas belaka. Perihal menjadi buronan Belanda dan dimungsuhi anak bangsa
sudah menjadi makanannya.
Bapak republik Indonesia yang diasingkan disingkirkan dan dilupakan
hingga saat ini. Tepat pada 69 tahun lalu diasingkan dan ditembak mati oleh
bangsa yang diperjuangkan mati-mati mati An dan jasadnya dibiarkan begitu saja
terbujur kaku tanpa ada penghormatan kepadanya yang katanya PAHLAWAN
"Bagi siapapun yang menghendaki kemerdekaan buat umum, maka harus rela kehilangan kemerdekaan pribadinya" Tan Malaka
Ditulis Oleh:
sahabati Zakiyah Ainun Hakim
Ditulis Oleh:
sahabati Zakiyah Ainun Hakim

