Foto :Maksum Zuhdy Bidang Penalaran dan Keilmuan DPM-FKIP Kader PMII Rayon Al Kindi.
Unisma, Corona, dan E-Learning
Teamratama-Per tanggal 16 Maret kemarin kampus kita tercinta Universitas Islam Malang telah melayangkan Surat Edaran mengenai kegiatan akademik terkait pencegahan penyebaran Covid-19 atau Virus Corona dilingkungan kampus, ada sekitar tujuh poin yang tertulis dalam surat edaran tersebut salah satunya adalah kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan sistem Daring atau Online.
Terhitung kurang lebih empat hari sejak tanggal 17 kemarin proses perkuliahan berbasis daring ini berjalan. Banyak hal yang menjadi permasalahan khususnya bagi para Mahasiswa dalam proses belajar semacam ini, banyak sekali keluhan dari para mahasiswa mengenai sistem perkuliahan online tersebut bahkan tidak jarang dijadikan meme lelucon di media sosial berupa video atau sekedar kata-kata sentilan.
https://www.teamratama.com/2020/03/intruksi-peliburan-kaderisasi-oleh.html
Hasil wawancara ekskulusif TEAMRATAMA.COM KEPADA
Maksum Zuhdy
Bidang Penalaran dan Keilmuan DPM-FKIP
Kader PMII Rayon Al-Kindi. menuturkan
Saya mencoba berbicara dalam lingkup FKIP saja, dalam beberapa perbincangan di warung kopi atau di tempat lain banyak sekali mahasiswa khususnya FKIP yang merasa kurang nyaman dengan sistem perkuliahan berbasis Daring tersebut. Dan yang menjadi pokok permasalahan paling besar adalah mengenai tugas yang disodorkan oleh hampir setiap dosen.
Saya juga merasakan hal tersebut hampir rata-rata bukan materi yang disampaikan tapi langsung berbentuk kemasan dan intruksi mengenai tugas yang harus dikerjakan, Yahh sebagai Mahasiswa teladan, berbudi pekerti dan juga berhaluan Aswaja sudah keharusan taat pada perintah dosen. hehe
Sebagai fakultas yang masih awam dengan mode pembelajaran semacam ini tentunya kaget. Saya tidak paham di fakultas selain FKIP apakah mode pembelajaran semacam ini sudah diterapkan di hari-hari biasa, dikampus lain khususnya yang Negeri sebenarnya E-Learning ini sudah tidak asing, dan sudah berjalan lumayan lama. Biasanya pembelajaran semacam ini dilakukan ketika dosen berhalangan datang ke kelas atau mungkin sedang berada jauh diluar kota atau luar negeri.
Lanjut nya beliau menambahkan .
Saya rasa unisma juga sudah memberlakukan sistem pembelajaran Online ini, hanya masih dalam tahap awal dan belum menyeluruh, sehingga ketika dituntut untuk memberlakukan pebelajaran semacam ini timbul kebingungan antara dosen juga mahasiswa. Hanya saja mungkin yang menjadi pembeda kebingungan dosen dilimpahkan semua kepada mahasiswa dengan bentuk desain bernama tugas, wkwk
Kemarin malam saya membaca cuitan di instastory salah seorang dosen FKIP, Pendidikan Bahasa Inggris yang menanggapi video salah seorang mahasiswa yang sedang berkeluh kesah tapi dibarengi dengan joks lucu. Ada 5 point yang ditulis dalam di instastory beliau :
1. Kalo mhs Cuma dikasih bahan bacaan, apa akan dibaca dikost/rumah? (secara dosen kan juga dulunya mahasiswa, hehe)
2. Output dari kegiatan daring kan emang tugas real mhs, untuk ensure bahwa mhs follow the class kan dg tugas yang dikumpulkan
3. Kita sbg pengajar itu tiap hr kudu laporan dg attach kegiatan aktif mhs dan kudu rigid
4. Kalaupun dilakukan diskusi, ujung2nya juga dikasik tugas sbg tolak ukur pemahaman mhs
5. Gaes, pembelajaran daring dan dikelas itu beda. Jadi kalau tidak dikasih tugas mahasiswa harus dikasih apa? Syg aja kalo mhs di masa wfh ini Cuma rebahan, we are all on the same boat anw. Jadi semangat terus yaa, kalian semua hebat.
Begitu kira-kira point-point yang dipaparkan oleh salah seorang dosen FKIP di instastorynya. Saya tidak ingin menyalahkan ataupun membantah statement yang sudah terpampang dimedia tersebut, tapi Saya coba sedikit memaparkan mengenai pebelajaran Online atau kuliah Daring yang seharusnya dari beberapa reverensi yang saya baca, bahwa pengertian kuliah Online atau sistem perkuliahan berbasis Daring adalah proses perkuliahan dengan menggunakan tekonologi informasi dan komunikasi, dalam hal ini internet.
Dalam perkuliahan Online atau kuliah non tatap muka ini, mahasiswa tidak dituntut datang kekampus. Kuliah Online juga merupakan salah satu sarana pembelajaran interaktif. Dosen dan mahasiswa dapat berkomunikasi dengan menggunakan media internet. Dosen dapat memberikan materi kuliah, baik berupa file, video, maupun tulisan (teks).
Foto: ilustrasi kuliah online (e - learning)
Mahasiswa bisa mendapat materi perkuliahan berupa file atau bacaan dari dosen yang bersangkutan, mengirimkan pertanyaan kepada dosen mata kuliah tersebut, mengirimkan kontak pada mahasiswa lain, melihat informasi dari dosen yang bersangkutan, dan melakukan ujian pada waktu yang telah ditetapkan, kuliah online berisi konten terbuka (Open Content), yaitu materi belajar dapat digunakan bersama-sama. Kuliah Online juga bisa menjadi pembelajaran Mobile (Mobile Learning). Mahasiswa dapat mengikuti kuliah dimana saja dan kapan saja, selama mereka memiliki koneksi internet. Beberapa materi kuliah bahkan dapat diakses walaupun tidak ada koneksi internet.
Pada sistem online mahasiswa tetap memiliki jadwal “tatap muka” bersama dosen, biasanya menggunakan. Selain itu, kelas diskusi Chatt Room pun rutin diadakan. Keaktifan mahasiswa disini masuk dalam penilaian. –SEVIMA.CO.ID
Padahal sebenarnya jika kita bersama memahami mengenai pengertian dari sistem Daring atau E-Learning tersebut tetap fokus pada pemupukan materi entah itu berupa file atau bahan bacaan yang dosen berikan kepada mahasiswa, bahkan bisa dengan sistem diskusi yang disebut Chatt Room. Tapi seolah pengertian dari Kuliah Online ini disempitkan oleh para dosen dengan melulu tentang tugas.
Tugas memang tetap ada sebagai tolak ukur tapi bukan dalam setiap kali pertemuan. Saya memahami kapasitas Dosen Unisma khususnya FKIP lebih paham mengenai hal ini. tapi ada hal juga yang harus dipelajari oleh para dosen, terutama dalam hal mengartikan Sistem Daring.
Seharusnya pihak kampus sebelum memberlakukan Sistem Perkuliahan semacam ini, terlebih dahulu membekali para dosen bagaimana cara mengajar melalui Media Online dengan baik, sehingga tidak terjadi seperti sekarang ini, pahamnya hanya memberikan tugas saja. Yaa Seperti kata Bung Eko Prasetyo dalam Buku Bangkitlah gerakan Mahasiswa, bahwa kita Mahasiswa mirip Boneka yang digerakkan oleh situasi dan dikendalikan oleh aturan. Tegas nya
Editor
Teamratama (A/z)
https://www.teamratama.com/2020/03/polemik-covid19-di-indonesia-dijadikan.html


