FOTO : AHMAD SUFYAN WAHYUDI
Oleh : AHMAD SUFYAN WAHYUDI, Mahasiswa bahasa dan sastra indonesia
Kebijakan pemerintah tentang “DIRUMAH SAJA” , mematikan Masyarakat. ( intruksi bukan solusi )
TEAMRATAMA.COM
Pemerintah terus meningkatkan antisipasi penyebaran virus Corona. Selain dibentuknya satgas khusus, berbagai kebijakan seperti meliburkan sekolah dan menutup beberapa lokasi pariwisata dan lainnya diterapkan di berbagai daerah.
Kebijakan itu menjadi bagian dalam mencegah penyebaran Corona yang hingga Minggu (15/3/2020) telah menginfeksi 117 orang. Angka ini bertambah 21 kasus baru dari pengumuman yang dilakukan kemarin.
"Dengan kondisi ini saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah," ucap Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (15/3/2020).
Baca juga :Bagaimana tenatang kuliah Online?
Pernyataan orang nomor satu di RI ini pula yang ditindaklanjuti berbagai kementerian/lembaga. Tak terkecuali Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) yang telah mengeluarkan kebijakan bagi para PNS untuk bekerja di rumah.
Nah peenyataan diatas menimbulkan pertanyaan besar Bagi saya.
Mengapa hanya corona? Sungguh hal ini mematikan kinerja masyarakat seperti biasanya mungkin kalau PNS dan pegawai lainnya duduk di rumah bisa dapat dana.
Sekarang kita perpikir pada Hak dan kewajiban seorang petani,buruh,dan rakyat kecil lainnya, dari dapat penghasilan jika duduk diam saja di rumahnya masing-masing tak ada pemasukan uang,yang ada hanya kebutuhan dan kebutuhan saja kan
Masyarakat mulai resah,pedesaan khususnya dengan larangan keluar rumah aktivitas,dan lain lain. Pasar di suiping suruh libur petani jual bahan hasil tani pasar di tutup
Keluh kesah mereka simple, jika semua di stop libur mereka makan apa? Cetusnya.
Lanjutnya bukan hanya corona yang berbahaya juga yang sedang ada di indonesia, bahkan mematikan seperti Maag, Lambung. Ebola gejalanya hampir sama dengan covid-19, cuma bedanya ebola ini menyerang bagian internal yang bisa menyebabkan pendarahan, gejalanya pun hampir mirip antara demam, nyeri dada, mual, diare dan batuk juga.
Sedangkan corona virus atau dengan nama medis covid-19 ini merupakan virus yang sudah menjadi pandemi dunia. Gejalanya sama seperti ebola, penderita akan mengalami batuk, demam melebihi batas suhu normal tubuh,diare, juga sesak, namun untuk covid-19 ini juga akan disertai nyeri pada sendi dalam tubuh dan biasanya 2-3 hari gejala ini baru muncul setelah terpapar virus.
Salah satu cara yang dapat diterapkan pada masyarakat adalah dengan mengikuti instruksi pemerintah dengan melakukan social distance atau membatasi lingkup sosial kita dengan orang lain, rajin cuci tangan dan menjaga kebersihan diri
Nah apakah itu Intruksi menuju solisi apakah ini hanya agar pemerintah di anggap peduli?
Hal itu bukan solusi malah jadi bumerang besar pagi penduduk pedesaan khusunya
Intruksinya juga juga ada pada saat sekarang ini,kemaren kemana malah kemaren lebih banyak virus yang lebih bahaya.
Apa ini hanya bentuk politik pemerintah agar tikus-tikus nya berjalan dengan leluasa, ini wajib kita curigai,memang di samping itu juga jangan terlalu mengentengkan, menjaga juga,waspada juga.
Setelah kalian semua baca tulisan yang se sekrup ini mungkin otak kalian juga bisa menalar pada sistem kepemerintahan indonesia yang saat ini mencekik kaum terania (penduduk indonesia yang tak di lihat) .
Link lanjut :Positip dan negatif. terimakasih CORONA
Teamratama
Editor (az)

