AGAMIS , AKADEMIS, AKTIFIS
Sebagai manusia yang hidup di Kampus (Mahasiswa) dan dunia organisasi (organisatoris/aktifis) perlu pula tidak mengesampingkan spiritual agamis nya.maka sudah menjadi keharusan sebagai mahasiswa memperhatikan hal di atas .
Perlu mulai saat ini kita refleksi bersama baik dalam pribadi maupun refleksi kelompok (organisasi), karena hal diatas adalah ruh yang perlu kita pegang bersama sebagai mahasiswa untuk bagaimana bicara progres penataan jati diri kita, tanpa memperhatikan tiga hal di atas kita akan kebingungan arah dalam melakukan perjalanan untuk sampai pada tujuan kita menjadi mahasiswa.
Terkadang kita akan lupa pada tujuan awal kita memutuskan untuk merantai melanjutkan jenjang pendidikan di perguruan tinggi, jauh dari orang tua, serta memikul amanah dan tanggung jawab kepada orang tua kita, yang mana kedua orang tua kita berharap anak nya mampu belajar dan menuju kehidupan kelak lebih baik dari pada mereka. serta rela banting tulanh untuk membiayai kita selama menempuh perkuliahan, dan sekali lagi perlu kita ingat besar harapan kedua orang tua kepada kita.
maka dirasa menarik tiga aspek di atas ( agamis, akademis, aktifis ), menjadi pegangan bagi kita selama kita menjalankan tanggung jawab serta amanah yang di berikan kepada kita yakni Menjadi MAHASISWA. kenapa dirasa penting 3 hal tadi kita jadikan prinsip ?, karena pada zaman ini keras dan fatal apabila kita tidak bisa mengendalikan diri kita di zaman yanh penuh cobaan dan tantangan ini maka perlu kita niatkan awal dengan pilihan kita menjadi mahasiswa agar nanti nya kita bisa berguna bagi diri kita, orang tua, dan orang lain.
Pertama Agama, inilah yang perlu kita jaga dan memperkuan iman kita serta bisa memilih bergaul di masa pergaulan yang sangat bebas ini serta pada lingkungan dimana kita hidup sebagai mahasiswa , karena kedua aspek tersebut jika kita tidak sebagai pegangan maka tak mustahil hal diatas akan mempengaruhi gaya hidup dan kebiasaan kita, jika kita tidak dapat menjaga diri atau memegang teguh prinsip kita untuk tujuan awal yakni menempuh ilmu di perkuliahan, maka kita bisa terjebak pada kesenangan yang fana di dunia ini.
Dalam hal ini perlu memegang teguh apa yang menjadi kewajiban dan tangguang jawab orang beragama pun harus kita jaga dengan benar, seperti Sholat (bagi orang muslim) dan agenda-agenda peribadatan lain nya. jika kita tidak menjaga itu semua mungkin saja kita akan terjerumus dan lupa akan kewajiban kita tersebut.
dengan tipu saya kesenangan sesaat, dan kefanaan dunia ini.
Maka dari itu sangat lah penting kita memperhatikan itu semua , karena bagaimapun meski kita sebagai mahasiswa SPIRITUAL RELIGION pun harus kita lakukan sebagaimana kewajiban kita . hal tersebut lah yang serikali luntur atau sengaja di tinggal kan oleh kebanyakan kaum intelektual katanya, dan yang perlu kita ingat prihal ini yakni atas kehendak yang maha kuasa lah kita bisa menikmati dunia perkulihan dan sudah menjadi keharusan sebenar nya kita BERSYUKUR atas nikmat serta hidayah nya,bukan malah kita lalai dan jauh dari yang maha kuasa dengan kebeasan ini, perlu di sadari pula tanpa beliah kita tak akan ada artinya dan akan hanya menjadi bagian kecil tak bermakna di alam semesta ini.
KEDUA yakni Akademis, ketika kita sudah berhabitat di perkulihan kewajiban kita ialah menjalani segala aktifitas yang ada di dalan nya , maka sejak itulah kita akan mempunyai gelar sebagai mahasiswa, yakni seorang akademisi , namun seorang mahasiswa tidak cukup bangga atas gelarnya , karena nama tanpa makna ( isi ) tak akan berarti sama sekali , sudah menjadi tanggung jawab moral/ kewajiban kita kepada orang tua untuk menjakan amanah besar yakni berkuliah dengan sunggung-sungguh , dengan orang tua yang rela banting tulang untuk bagaimana membiayai kita selama menempuh perkuliahan .
dengan harapan sang anak mampu belajar dan berjuang dan nantinya akan menjadi bekal untuk kehidupan kedepan kita lebih baik dari mereka saat ini dan maha dari itu tugas kita adalah berusaha bagaimana membuat mereka bangga dengan proses yang kita jalani .
seorang akademisi sejatinya mampu dalam menjalankan aganda agenda perkuliahan sehingga menjadikan perkuliahan sebagai kebutuhan kita yang harus kita lakukan ,jika kita sudah menjadikan proses kita kebutuhan maka kita akan selalu bagaimana melakukan itu semua dan tanpa meninggalkan nya , selain itu memang tujuan awal kita merantau untuk mencari ilmu, yang bisa manjadi spirit juang kita untuk melakukan poses akademis yakni dengan kita sadar akan menjadi mahasiswa dan kita menganggap penting porses yang kita kita jalani dan kita harus berusaha memahami apa yang kita dapat selama di perkuliahan karena tau pun tak cukup karena seorang mahasiswa tak cukup hanya ijazah namum isu atau esensi dari ijazah itulah yang amat penting bagi kita kelak yakni ilmu atau esensi dari ijazah itu sendiri.
Seorang mahasiswa selain diatas memiliki tanggung jawab moral masyaratan umum nya warga sekitar kita khusus nya, seorang mahasiswa pun pandangan masyarakat mereka bisa dalam segala hal (multitalent) untuk bagaimama di harapkan bisa membawa perubahan, maka dari sini jika kita tak mempunyai ilmu dan nanti nya kita tidak bisa mengaplikasikan dalam tindakan nyata pada masyarakat tak mustahil cara pandang masyarakat kepada mahasiswa pun akan berubah.
Maka dari itu prinsip awal yakni THOLABUL ILMI serta menjadi pribadi yang ULIL ALBAB lah yang perlu kita tanam dan refleksikan sejak dini, kenapa ini dirasa penting ?, karena banyak yang realitas nya mahasiswa tak semua sadar akan tanggung jawab serta kewajiban nya,
untuk mengisi wadah yang namanya Mahasiswa , dengan bahan bahan pokok yang kita analogikan proses akademik (perkuliahan), sebagai perantara untuk bagaimana menghasilkan suatu hidangan yang biasa di sebut kaum INTELEKTUAL (berilmu pengetahuan) , yang nantinya akan di sajikan dalam suatu bentuk hidangan pula yang biasa di sebut pengabdian dan bertanggung jawab mengamalkan ilmu nya .
Seriang kali muncul pertanyaan di benak ini , kiranya apa faktor sehingga seringkali mahasiswa mengesampingkan proses akademik nya dan tak bisa lulus tepat waktu , bukan kah itu itulah niat dan tujuan kita berangkat merantau untuk kuliah jauh dari orang tua ? , apakah ketika melakukan tersebut kita tak ingat bahwa di sebrang sana orang tua banting tulang untuk bagaimana berkerja membiayai kita ?.
cukuplah tersebut perlu kita jadikan refleksi bersama dan perlu kita fikirkan dalam diri kita masing-masing , untuk sampai pada titik kesadaran bahwa proses akademik adalah kebutuhan bagi kita, untuk mencari ilmu serta tanggunh jawab kita kepada orang tua , maka dari itu jangan pernah kita remehkan proses akademik selain dari pada di atas , karena mahasiswa tanpa mampu berfikir dan mempunyai kapasitas intelektual serta pengetahuan , maka gelar mahasiswa pun tak akan pernah berarti bagi kita.
Mengutip perkataan tokoh revolusioner The fouding father republik indonesia yakni IBRAHIM TUAN DATUK TAN MALAKA
"Ijazah adalah bukti orang pernah sekolhan,namun tak pasti sebagai bukti orang pernah berfikir"
KETIGA yakni aktifis , jika kita telah terjun kedunia mahasiswa ( kuliah) atau kita sudah menjadi mahasiswa ,maka kita tidak akan asing dengan organisasi-organisasi yang ada, baik organisasi Intra kampus maupun ekstra kampus. selain kita sebagai orang akademisi kita pun akan mengenal apa itu yang di sebut aktifis , di manapun kita kuliah tak akan asing dengan kata aktifis tersebut.
Apasih aktifis ?, Dalam kamus KBBI aktifis adalah seorang yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atas berbagai kegiatan organisasi nya .
Dalam artian lain Aktifis adalah orang yang berjuang dengan wadah organisasi untuk melakukan kegiatan serta pengawalan baik dalam lingkup mahasiswa, sosial, masyarakat untuk kemaslahatan umum.
Di dunia perkuliahan ada dua macam organisasi sebagaimana di sebut di atas,yakni organisasj intra dan ekstra kampus , intra yang ruang lingkupnya universitas seperti organisasi mahasiswa program studi ( hmj/hmps), dan organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa (Ukm), pun organisasi Ekstra yang ruang lingkup nya lebih universal dari organisasu intra kampus, yang biasa bergerak dalam hal Advokasi kebijakan-kebijakan untuk menyuarakan Kebenaran,kejujuran, dan keadilan. baik dalam lingkup mahasiswa , sosial, masyarakan dan sebagainya.
Di indonesia ini banyak macam organisasi ekstra kampus yang ada di setiap universitas yang ada di indonesia ,baik yang basic muslim dam non muslim ,
berikut macam organisasi ekstra kampus yang ada di indonesia :
1. Pergerakan Mahasiswa Islam indonesia (PMII)
2. Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI)
3. Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI)
4. Gerakan mahasiswa kristen indonesia (Gmki)
5. Persatuan Mahasiswa Katolik Republik indonesia ( PMKRI)
6. Serikat Mahasiswa Indonesia ( SMI)
dan masih banyak lagi organisasi yang lain
Diatas adalah gambaran tentang AKTIFIS dan organisasi yang ada di indonesia , sedikit perlu kita sotoroti bersama prihal aktifis diatas , di dunia mahasiswa seorang mahasiswa ikut organisasi biasa di sebut AKTIFIS , maka kita telaah dan pahami bersama .
banyak nyatanya mahasiswa yang ikut organisasi yang pula loyal pada organisasi nya yang mana organisasi tersebut dibuat wadah untuk berproses mencari pengetahuan di luar yang di dapat di kampus dan sebagai bekal atau membangun pondasi pengetahuan dan keintelektualan , hampir organisasi yang ada mempunyai basic kaderisasi ( regenerasi) serta sebagai wadah penempuan jati diri serta melatih pola fikir yang kritis serta Transformatif ( solutif)
untuk bagaimama nanti nya organisatoris (aktifis) ini mempertanggung jawabkan hasil dari proses yang telah di jalani baik di organisasi maupun di perkuliahan , dan menyalurkan ilmu nya kepada halayak umum .
CHEGUEVARA pernah berkata " Pemuda adalah tulang punggung revolusi", serta berguna bagi orang lain saya kira sangat perlu seorang akademisi pun ikut atau memilih organisasi sebagai wadah berproses dan penempuan jati diri, serta mencari ilmu yang tidak di dapat di dunia perkuliahan , seperti hal nya ilmu sosial, politik, sejarah, dan lain sebagainya . serta sebagai jembatan mengembangkan potensi dan karakter kita, karena seorang mahasiswa selain mempunyai tanggung jawab belajar di perkuliahan namun di sisi lain mahasiswa pun mengemban Tanggung jawab moral kepada masyarakat , sebagai mana yang tak asing di telinga kita ,mahasiswa adalah representasi rakyat dan penyambung lidah rakyat.
yang mana mahasiswa di tuntut sebagai pembawa perubahan , atau penerus bangsa kedepan .
Mahasiswa pun mempunyai tanggung jawab sebagai Agen of chage (perubahan) perubahan yang seperti apa ?, perubahan atas apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat semisal banyak nya ketimpamgan sosial-ekonomi, kemiskinan dan maraknya ketidak adilan dan praktek eksploitasi pada rakyat , seorang mahasiswa harus respon tentang hal ini untuk bagaimana seorang mahasiswa kaum intelektual bisa merepresentasikan suara rakyat.
Agen of control , yakni sudah menjadi keharusan seorang mahasiswa bisa jadi penyeimbang pengontrol polemik di sekitar dengan respon yang solutif.
Agen of sosial, mahasiswa pun sebagai mahluk sosial perlu peka atas apa yang menjadi masalah sosial di bangsa ini baik secara pendampingan dan pemberdayaan masyarakat pada setiap bidang misalnya ,mendirikan pelatihan KWU, dan melakukan agenda pembuatan ekonomi kreatif semisal, selain dari pada itu mahasiswa pun harus peka atas apa yang terjadi di masyarakat semisal bencana alam,bencana kemanusiaan, serta memperjuangkan keadilan bagi rakyat indonesia secara khusus .
Ya memang mulia dan menarik aktifis diatas namun ada beberapa hal yanh perlu kita perhatikan dan refleksikan bersama , bagaimana seorang mahasiswa serta aktifis bisa menyeimbangkan dan melakukan kegiatan perkuliahan dengan agenda agenda organisasi nya, yang sangat mulia tersebut. dengan tidak mengesampingkan
SPIRITUAL RELIGION ( kewajiban sebagai umat beragama) , serta AKADEMIS ORIENTED ( orientasi akademis) nya , dengan tidak mengesampingkan tujuan awal kita , karena banyak kasus dilapangan seorang yang loyal serta membesarkan diri di organisasi sering kali lupa atau luntur dua hal di atas ini yang akan menjadi fatal nantinya .
saya rasa meskipun aktifis adalah hal yang mulia namun jika tanpa memperhatikan dua aspek di atas (agamis,akademis) , maka esensi dan eksistensi mahasiswa sekaligus aktifis yang mulia akan luntur di mata halayak serta mungkin saja keberadaan kita akan tenggelam oleh zaman dan keadaan .
Yang menjadi penting , seharus nya seorang mahasiswa sekaligus aktifis, selain baik dan mulia dalam kegiatan mulia nya pun harus baik secara agamis, maupun akademis nya. tidak akan berarti sama sekali seorang aktifis / mahasiswa tanpa memperhatian hal-hal di atas .
Terakhir mengutip perkataaan. JOSE RIZAL ( Ilmuan fhilipina) , " Bukankah pengecut orang yang tiarap pada peluru mendesing, namun bodoh pula orang yang menantang peluru hanya untuk jatuh dan tak kuasa bangun lagi"
TEAM REDAKSI
(A.Z)
03-02-2020

