Berawal
dari mimpiku di awal tahun kemarin sebagai “goals planning” aku tahun ini
bener-bener mau jadi Atlet secara resmi dimana dari tingkat Nasional bisa naik
ke Internasional. Dan kebetulan di tanggal 13 Desember 2021 kemarin ada
pertandingan nasional di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Berawal dari
iseng daftar akhirnya dengan mengatasnamakan ranting Dojo malang aku memberanikan
diri untuk ikut pertandingan itu. Dan ini kisahku selama disana...
Aku
berangkat ke Yogyakarta pada tanggal 12 Desember 2021 naik kereta dari malang
ke Yogyakarta, waktu itu aku berangkat berenam dimana ada aku sendiri, kak
Angga, Reina, Rere, kak Rizal, sama Pak Andi. Dimana mereka juga mewakili
beberapa Dojo dan Pak Andi sebagai Pendamping kita selama disana. Sesampainya
aku di Jogja langsung diarahkan ke asrama untuk istirahat.
Di
tanggal 13 Desember 2021 tepatnya hari Senin, Opening Ceremony sudah digelar
dan dilaksanakan dengan sangat khidmat serta tetap mematuhi protokol kesehatan
yang sudah ditentukan oleh pihak pelaksana. Opening Ceremony hanya berlangsung
sebentar kemudian setelah itu ada pembagian jadwal tim pertandingan kemudian
kembali ke asrama. Malamnya untuk merelax kan fikiran aku sama satu tim jalan
jalan ke malioboro terlebih dahulu sebelum besok paginya tanding.
Kemudian
tiba di tanggal 14 Desember 2021 tepatnya hari Selasa, dimana padatnya
pertandingan sudah mulai berjalan. Pagi sebelum aku tanding aku sudah melakukan
fisik dan latihan terlebih dahulu dan tentunya kita harus menjaga pola makan.
Kemudian aku tanding dimulai dari jam 13.00 – 16.20 dimana di pertandingan
pertamaku aku sudah mengalami cedera kaki. Setelah pertandingan aku langsung
kembali ke asrama untuk bersih diri dan istirahat nggak lupa juga buat ngompres
kakiku. Pas malem istirahat aku masih bisa menahan sakitnya untuk tanding lagi
besoknya. Oh iya lupa aku di pertandingan pertama lolos ke perebutan kejuaraan sudah.
Keesokan
harinya tanggal 15 Desember 2021 tepatnya di hari Rabu, aku memulai aktivitas
ku di jam 04.30 untuk mulai fisik dan latihan nggak lupa juga sarapan paginya
ya. Setelah itu lanjut di jam 10.00-13.00 aku mulai tanding sudah di tahap
perebutan juara 3 dan lolos kemudian langsung disambung lagi dijam 14.00 –
16.20 tanding lagi untuk perebutan juara 2 dan Alhamdulillah aku lolos lagi.
Cuman karena kondisiku yang juga sudah cedera kaki dari kemarin akhirnya aku
down dan harus menginap di klinik selama satu malam, disitu bener bener nangis
banget antara nahan sakit sama pengen pulang soalnya nggak ada yang ngerawat
juga atlit yang lain juga harus fokus ke pertandingan nya masing-masing. Disitu
aku ragu antara tetep lanjut atau berhenti tapi karena banyak support dan
dukungan dari sahabat-sahabatku aku memutuskan untuk tetap lanjut apapun
resikonya dan yaa lagi lagi aku nahan sakit sampai nangis. Setelah dirasa aku
bisa berdiri mau sesakit apapun berarti aku sudah sembuh. Dan di pertandingan
selanjutnya aku hanya bermodalkan “niat-tekat-nekat” karena 3 kata ini aku bisa
bangkit dan melanjutkan pertandingan ku.
Tiba
di hari Kamis, tanggal 16 Desember 2021 aku pulang ke asrama jam 05.00 langsung
sarapan dan siap siap untuk fisik kemudian latihan sebentar karena aku hari ini
tanding nya siang jadi aku masih ada waktu untuk istirahat lagi dan memulihkan kondisi
tubuh. Tiba di jam 13.00 sudah mulai berjalan tanding ku sampai jam 16.20 aku
tanding sebanyak 2 kali hari ini dan alhamdulilah aku berhasil merebut juara 1
dan masuk ke final di hari Jum’atnya untuk merebutkan juara umum. Waktu aku
lolos bener bener langsung nangis banget nggak nyangka aja aku sakit loh bisa
lolos di kejuaraan rasanya campur aduk antara sakit, bangga, sama terharu.
Setelah pertandingan selesai aku balik ke klinik lagi untuk tes imun sama
ngompres kaki. Kemudian aku langsung kembali ke asrama untuk istirahat karena
besok paginya aku harus lebih awal mulai fisik karena sudah masuk final
kejuaraan umum. Malemnya aku bener bener tegang sampe gabisa tidur gara gara
nggak nyangka aja aku bisa disini, dititik sekarang, dengan kondisi sakit juga,
dan satu langkah lagi mimpi ku atau goals planning ku di tahun ini bisa
terwujud.
Next, tiba di hari final yang ditunggu-tunggu di hari Jum’at tanggal 17 Desember 2021 final kejuaraan umum berjalan. Aku bener bener tegang dan nerveos banget gitu apalagi tau kalau ternyata musuh di finalnya itu temen setim sendiri. Di pertandingan pertama dimana aku melawan teman timku sendiri aku masih lolos sampai akhirnya di pertandingan kedua aku melawan dari kontingen Jakarta tapi kalah, karena kalah poin dari kontingen Jakarta. Setelah pertandingan kedua aku langsung naik ke tribun buat gabung di tim dan ketemu pak Andi , disini adalah momen paling pecah buat aku dimana rasa bangga yang ditunjukkan mereka terhadap ku bersamaan dengan rasa bersalah ku yang gabisa jadi juara umum. Bener bener nangis sampai diliatin banyak tim lainnya, malu juga sih kalo di inget hehe. Cuman pertama aku bangga dengan segala kondisiku aku masih bisa meraih juara pertama, kedua aku bangga karena aku sudah bisa mewujudkan satu mimpiku untuk jadi atlit yang bisa go internasional, ketiga aku juga merasa berat karena aku belum bisa meraih juara umum. Cuman banyak respon positif yang aku terima mulai dari tim, pendamping, dan teman temanku yang lain. Setelah selesai kita langsung mengadakan closing tim atau penutupan tim sekaligus pelepasan antara atlit dan pendamping. Setelah semua selesai langsung penyerahan hadiah dan pelepasan sekaligus penyematan tanda verifikasi lolos atlit internasional. Setelah semua selesai dan kembali ke asrama aku dengan bahagia dan bangga langsung mengabarkan ke keluarga dan temanku. Aku juga langsung bergegas mandi karena aku juga dapat bonus voucher makan, foto, dan voucher belanja. Oh iyaa lupa ngasih info aku sebagai juara 1 nasional juga nggak cuman dapet piagam, sertifikat, voucher tadi, aku juga dapet uang pelatihan sebesar Rp.15.000.000.00 (Lima Belas Juta Rupiah) banyak bukan, selain dapet pengalaman dan lain lain juga dapat uang pelatihan. Nggak terasa aku udah cerita panjang banget ya itu gambaran besarnya aja kegiatan ku selama pertandingan kayak gimana.
Makasih
sudah mau membaca ceritaku dan maaf kalau mungkin sedikit absurd penulisannya
soale aku bingung hehe, pesan dari aku selain kita harus berani bermimpi kita
juga harus berani mewujudkan apapun resikonya dan jangan berhenti melangkah
hanya karena 1 kondisi yang membuat kita ragu. Jangan pernah batasi diri dan
fikiranmu agar mimpimu bisa kau wujudkan satu persatu. Tidak ada
perjuangan tanpa pengorbanan dan tidak ada pengorbanan yang tidak menyakitkan,
jadi apa yang kita usahakan itu yang akan kita nikmati. Semangat ya semoga aku
bisa menginspirasi kalian semua untuk bisa mulai melangkah mewujudkan mimpi
kita. Cukup dulu ya ceritaku kali ini, kalau mau tanya tanya juga boleh kok
nanti ketemu aku. Makasihh ya semangatt kalian semua.